Best shout for Debian
Dulu saya selalu mengatakan bahwa distro terbaik adalah Slackware, entah kenapa saya menyukai Slackware, mungkin karena semuanya serba mentah, jadinya bisa seenaknya edit sana edit sini. Tapi seiring waktu serta kebutuhan jaman akan efisiensi yang serba praktis, kita jadi pengen praktis juga. Lirik distro sana-sini, pake CentOS, openSUSE, Ubuntu Server, dll ternyata pilihan hati jatuh ke distro Debian. Apa sih kelebihannya?
Debian itu:
- praktis dan simpel
- mudah dikonfigurasi
- cepat, handal, dan stabil
- punya manajemen paket yang canggih (APT still the best!!)
- linux yang universal (mengikuti kaedah GNU/Linux)
- komunitasnya bejibun banyaknya
- punya 2 mode instalasi (network atau storage)
- mementingkan kualitas distro itu sendiri
Saking hebatnya, Ubuntu jadi terkenal karena kemudahan dan kecanggihan yang diadopsi dari Debian. Saking terkenalnya lagi, Ubuntu diadopsi oleh beberapa distro seperti Mint, Freespire, Goobuntu (distro yang dipakai Google untuk internal perusahaannya), dll.
Bagi yang baru menikmati Linux, selera dalam menikmati sebuah distro Linux memang berujung pada selera masing-masing, semuanya berdasarkan pengalaman yang nantinya juga akan menemukan “jodohnya” masing-masing
Saya sendiri menggunakan Debian sebagai server baru 5 bulan, entah ketularan siapa (lupa
)


