Acara Panhac 2007 (Pazia Nasional Hacking Competition) akhirnya telah usai. Tahun lalu, di ajang yang sama, saya mengikuti kedua acara tersebut secara terpisah dan saya dokumentasikan disini dan disini. Kemarin, tanggal 1 Agustus 2007, bertempat di Mangga Dua Mall Jakarta Utara, saya datang dengan motivasi yang berbeda, hanya untuk meramaikan acara tahunan tersebut dan yang pasti sekaligus menjadi acara reuni hacker-hacker seluruh Indonesia, untuk itu saya hanya membawa 1 buah flash disk dan CD case yang berisi live CD security, dibanding dengan tahun lalu yang membawa perangkat laptop dengan alat-alat pendukung hacking yang lengkap.
Berangkat pagi-pagi, sampai disana ternyata mall belum buka, hahahaha. Tapi panitia terlihat sudah menyiapkan segala keperluannya. Diawali dengan menukar baju dan registrasi, saya, Adit, Dimas, dan Yudha mulai bengong kelaparan, dengan langkah semangat kita mencari toko makanan yang bisa di tempati untuk merokok dan menyruput sedikit minuman segar. Dunkin Donuts adalah pilihan paling pas.
Pukul 10:00 acara dimulai, diawali dengan pembukaan oleh pak Michael Sunggiardi, lalu ada presentasi dari pak Yehu (AKBP kepolisian dari Manado), lalu sedikit presentasi dari mas Dani Firmansyah, dan ditutup oleh perkenalan dari KPLI Jakarta. Selanjutnya acara dimulai dengan memberikan clue bahwa Access Point yang digunakan dalam kompetisi adalah dengan SSID nama makanan.
Target dalam kompetisi ini adalah hanya tinggal melakukan scanning di komputer target lalu melakukan eksploitasi dan mengambil beberapa potongan gambar yang ada di komputer target. Tidak sulit bukan?! Memang diatas kertas semuanya gampang, namun lain halnya di lapangan, karena kita tidak diberitahu alamat IP dari komputer target dan kelemahannya. Hal inilah yang menjadi tantangan, karena setiap komputer harus bisa mencari dimana komputer target berada, dan sebelumnya pun mereka harus masuk ke Access Point yang sangat padat lalu lintasnya.
Alamat IP yang terdapat di jaringan sangat beragam, ketika kita menghadapi kompetisi Panhac, yang diperlukan hanya membawa tool-tool scanning dan exploit serta pengetahuan tentang networking dan exploit. Saya melihat beberapa peserta telah menginstall berbagai macam tool untuk mengetahui kelemahan sistem, hingga software terkenal seperti SolarWinds.
Acara baru dimulai pukul 12:15 sampai dengan 13:45, itu aja molor sampai 15 menit karena belum ada yang bisa intrusi kedalam sistem. Akhirnya menjelang detik-detik terakhir mas Dani mengumumkan bahwa sistem sudah berhasil disusupi oleh salah satu peserta. Padahal, saya lagi scanning network tempat si server berada, dan udah dapet beberapa IP yang sesuai dengan clue, tinggal mengeksplorasi lebih dalam.
Pengalaman gagal meloloskan diri di Panhac 2006 tahun lalu memang saya koreksi dengan seksama kali ini, namun nasib berkata lain. Mungkin belum waktunya punya laptop lagi, atau Tuhan melihat keserakahan saya, hehehehe..Ampun Tuhan.
Akhir kata, dengan bangga saya telah ikut meramaikan kegiatan offline yang bertemakan kompetisi hacking dan security ini. Indonesia memiliki segudang hacker berbakat, selanjutnya bagaimana negara ini memperlakukan mereka. Sampai jumpa di Panhac 2008