Attending PWB Online
During this month, I attended an online training organized by Offensive Security. Training called Pentesting With Backtrack Online (PWB) is really pure guiding all participants to be a hacker. Why do I say this, because the modules are given completely hands-on about how to attack a system.
I had a week of this training and begin to feel dizzy with the challenges provided. At the end of the training, participants are challenged to complete the mission related to a given module. After that, participants are given time to take the exam to gain the OSCP (Offensive Security Certified Professional) certification.
I have a few weaknesses in the areas of programming and software engineering, something I had never been in touch in IT area. I really hope and try to reach OSCP, so a few weeks I will be looking very dazed and disheveled.
This topic was posted simply as a distraction from the logic-flow-execution of a program

Cara ampuh crack WPA/WPA2
Periset keamanan dari perusahaan Elcomsoft Rusia menemukan cara terbaru yang paling ampuh untuk menembus keamanan wireless WPA/WPA2 dengan cara memanfaatkan gabungan kemampuan GPU (Graphical Processing Unit) dua buah kartu grafis Nvidia atau biasa disebut teknologi SLI. Teknologi SLI memungkinkan kita untuk menggunakan dua buah kartu grafis yang tentunya meningkatkan performa kartu grafis tersebut.
dari Elcomsoft:
With the latest version of Elcomsoft Distributed Password Recovery, it is now possible to crack WPA and WPA2 protection on Wi-Fi networks up to 100 times quicker with the use of massively parallel computational power of the newest NVIDIA chips. Elcomsoft Distributed Password Recovery only needs a few packets intercepted in order to perform the attack.
Dengan menggunakan program Elcomsoft Distributed Password recovery, dan sekitar 20 komputer terpasang Nvidia GeForce GTX280 SLI, maka membongkar passphrase WPA/WPA2 tidak membutuhkan waktu tahunan, mungkin bisa minggu-an atau harian.
Siapa yang mau beli Nvidia GeForce GTX280 buat cracking passphrase? hehehe, mending buat maen game-game baru ya
Powered by ScribeFire.
Easily choose your Linux distribution
Hello for all people who want to migrate from Windows to Linux, i found a website (Linux Distribution Chooser) that will help you choosing the best Linux distribution for your home/desktop /workstation. I already take that test, and they told me to choose whether Ubuntu, OpenSuse, Fedora, or Debian ^^.
Of course my first choice on Linux desktop is Ubuntu, and for the Linux server is Debian.
Meng-Indonesiakan Teknologi Informasi
Lupa nulis di blog, beberapa hari yang lalu baru kepikir mau coba pasang bahasa Indonesia di Windows XP. Akhirnya terealisasi juga, sekarang hampir semuanya bahasa Indonesia nih di laptop, kecuali perangkat lunak tambahan lain yang belum support bahasa Indonesia.
Unduh paket bahasa Indonesia untuk Windows XP disini
Unduh paket bahasa Indonesia untuk Microsoft Office 2003 disini
Yang pake Linux, sok yuuk ganti ke bahasa Indonesia,
Ubuntu udah support bahasa Indonesia dengan sangat baik?
Kalau menurut Anda belum, silakan berkontribusi disini.
Yuuk kita lebarkan sayap bahasa Indonesia di bidang IT
Dangerously Beautiful !
Hari ini di daerah Pancoran, ngeliat mobil berstiker keren.
Agak ga jelas, soalnya musti di zoom + jaraknya rada jauh. Tapi tetap keren !
Selamat Ultah Indonesiaku !
Hari ini genap sudah 62 tahun, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah merdeka dari penjajahan yang pernah membelenggu. Kemerdekaan ini belum selesai, cita-cita dan perjuangan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan sekitar tahun 1950-1966 juga belum pernah tercapai.
Soe Hok Gie, salah satu pejuang muda yang tidak pernah disorot oleh sejarah, sedikitpun dalam buku-buku sejarah sekolah, yang mempunyai harapan tentang pemerintahan Indonesia yang bersih dari korupsi dan kehidupan politik yang tidak berpihak pada golongan, ras, atau agama juga belum terwujud.
Umur negara ini sudah 62 tahun, waktu yang cukup lama untuk mengkoreksi diri. Saya termasuk dalam generasi muda yang melihat “bapak-bapak” kita duduk diatas “singgasana suci” dan bertindak seolah-olah benar di mata rakyat, generasi muda sudah saatnya melakukan perubahan. Namun apa yang terlihat saat ini, sangat kontras dengan generasi muda jaman perjuangan, seolah-olah mereka telah menikmati kemerdekaan, padahal kebebasan yang mereka rasakan tidak lebih daripada kebebasan semu yang ditawarkan tanpa hak bagi mereka untuk memilih.
Mari kita berpikir lebih jauh dan kedepan, segala hal yang ditawarkan saat ini, segala hal yang kita nikmati sampai saat ini, merupakan hasil perjuangan Founding Father Soekarno, dan pejuang-pejuang ’45, teman-teman mahasiswa seperjuangan tahun 1966, 1998, jangan terlena dengan diplomasi-diplomasi “serius” yang menggiurkan untuk mempertahankan posisi. Generasi muda saat ini jadilah diri sendiri, bela negara, Pancasila, dan orang-orang yang tidak bisa menikmati kebebasan !
Selamat Ulang Tahun Tanah Airku Indonesia !
Panhac 2007
Acara Panhac 2007 (Pazia Nasional Hacking Competition) akhirnya telah usai. Tahun lalu, di ajang yang sama, saya mengikuti kedua acara tersebut secara terpisah dan saya dokumentasikan disini dan disini. Kemarin, tanggal 1 Agustus 2007, bertempat di Mangga Dua Mall Jakarta Utara, saya datang dengan motivasi yang berbeda, hanya untuk meramaikan acara tahunan tersebut dan yang pasti sekaligus menjadi acara reuni hacker-hacker seluruh Indonesia, untuk itu saya hanya membawa 1 buah flash disk dan CD case yang berisi live CD security, dibanding dengan tahun lalu yang membawa perangkat laptop dengan alat-alat pendukung hacking yang lengkap.
Pukul 10:00 acara dimulai, diawali dengan pembukaan oleh pak Michael Sunggiardi, lalu ada presentasi dari pak Yehu (AKBP kepolisian dari Manado), lalu sedikit presentasi dari mas Dani Firmansyah, dan ditutup oleh perkenalan dari KPLI Jakarta. Selanjutnya acara dimulai dengan memberikan clue bahwa Access Point yang digunakan dalam kompetisi adalah dengan SSID nama makanan.
Target dalam kompetisi ini adalah hanya tinggal melakukan scanning di komputer target lalu melakukan eksploitasi dan mengambil beberapa potongan gambar yang ada di komputer target. Tidak sulit bukan?! Memang diatas kertas semuanya gampang, namun lain halnya di lapangan, karena kita tidak diberitahu alamat IP dari komputer target dan kelemahannya. Hal inilah yang menjadi tantangan, karena setiap komputer harus bisa mencari dimana komputer target berada, dan sebelumnya pun mereka harus masuk ke Access Point yang sangat padat lalu lintasnya.
Alamat IP yang terdapat di jaringan sangat beragam, ketika kita menghadapi kompetisi Panhac, yang diperlukan hanya membawa tool-tool scanning dan exploit serta pengetahuan tentang networking dan exploit. Saya melihat beberapa peserta telah menginstall berbagai macam tool untuk mengetahui kelemahan sistem, hingga software terkenal seperti SolarWinds.
Acara baru dimulai pukul 12:15 sampai dengan 13:45, itu aja molor sampai 15 menit karena belum ada yang bisa intrusi kedalam sistem. Akhirnya menjelang detik-detik terakhir mas Dani mengumumkan bahwa sistem sudah berhasil disusupi oleh salah satu peserta. Padahal, saya lagi scanning network tempat si server berada, dan udah dapet beberapa IP yang sesuai dengan clue, tinggal mengeksplorasi lebih dalam.
Pengalaman gagal meloloskan diri di Panhac 2006 tahun lalu memang saya koreksi dengan seksama kali ini, namun nasib berkata lain. Mungkin belum waktunya punya laptop lagi, atau Tuhan melihat keserakahan saya, hehehehe..Ampun Tuhan.
Akhir kata, dengan bangga saya telah ikut meramaikan kegiatan offline yang bertemakan kompetisi hacking dan security ini. Indonesia memiliki segudang hacker berbakat, selanjutnya bagaimana negara ini memperlakukan mereka. Sampai jumpa di Panhac 2008



