Tehnik Tunneling dalam Hacking
Tunneling biasanya dipakai sebagai tehnik untuk meloloskan paket dari jaringan yang terisolasi oleh firewall atau oleh jaringan itu sendiri (NAT). Para administrator jaringan biasanya membuat sebuah tunnel untuk dapat mengakses bagian yang tidak dapat diakses tersebut. Bayangkan jika Anda seorang administrator jaringan hendak melakukan remote connection ke jaringan Anda sendiri namun komputer yang hendak Anda remote berada di balik NAT / jaringan yang tidak di routing ke internet, bagaimana melakukannya? Tentu saja dengan tehnik tunneling.
Tehnik tunneling juga dipakai oleh pentester untuk mendukung pekerjaan penetration test. Mari kita lihat tehnik ini berjalan.
Sebagai seorang pentester, saya ditugaskan untuk menjebol sistem sampe tuntas, termasuk jaringan internal target. Singkat cerita, saya telah mendapatkan remote shell dari sebuah komputer yang hanya dapat diakses dari satu subnet jaringan. Setelah ditelusuri, komputer target membuka port 3389 yang artinya service Remote Desktop sedang berjalan dan siap diakses. Namun karena komputer target berada pada jaringan NAT, maka koneksi langsung ke port 3389 akan segera diblok oleh Gateway/Firewall. Saya mencoba koneksi reverse connect dengan netcat, namun yang menjadi penghalang, ternyata OUTBOUND rule pada firewall hanya memperbolehkan koneksi ke port 80 dan 443, selain itu di blok. Untuk itulah saya terpikir untuk menggunakan SSH Tunneling, sebuah server SSH saya siapkan untuk listening di port 80. OIya, saya menggunakan Backtrack untuk melakukan ini semua
Pedang USB Disk
USB device udah menjadi alat penyimpanan yang sangat mobile dan portable, keuntungannya sangat banyak, lagi pula sekarang harganya muraaaaaaah banget. Masa USB disk 1GB harganya 50an ribu !! Jujur saya sampe kaget ngeliat harganya yang begitu murah, klo saya mengingat dulu pernah beli USB disk 256MB harganya 400 ribu !!
Tapi tahu ga, beberapa tahun terakhir, benda kecil yang menguntungkan ini kadang berbahaya. Kenapa?! karena sampai saat ini, penyebaran virus-virus Indonesia juga menggunakan media portable disk tersebut. Apalagi dengan sedikit berpikir “nakal”, kita bisa juga memanfaatkan ketenaran USB disk tersebut untuk keperluan riset yang “nakal” juga.
Kumpulin Security Distro
Barusan selesai bikin VMware-nya Backtrack yang udah dimodifikasi, full configuration for wireless hacking. Tinggal jalanin pake VMware Player, wardrive, exploit ![]()
Beberapa waktu yang lalu saya juga dapat distro Auditor edisi khusus wireless hacking dari Yosia.
Semua saya lakukan karena saya memang ada keinginan untuk mendokumentasikan kegiatan wireless hacking di lapangan, semuanya mulai dari wardrive, cracking WEP atau WPA/2, local exploit, dll.
Pengennya ada handycam, biar bisa lebih jelas ngeliat prosesnya ^__^
Panhac 2007
Acara Panhac 2007 (Pazia Nasional Hacking Competition) akhirnya telah usai. Tahun lalu, di ajang yang sama, saya mengikuti kedua acara tersebut secara terpisah dan saya dokumentasikan disini dan disini. Kemarin, tanggal 1 Agustus 2007, bertempat di Mangga Dua Mall Jakarta Utara, saya datang dengan motivasi yang berbeda, hanya untuk meramaikan acara tahunan tersebut dan yang pasti sekaligus menjadi acara reuni hacker-hacker seluruh Indonesia, untuk itu saya hanya membawa 1 buah flash disk dan CD case yang berisi live CD security, dibanding dengan tahun lalu yang membawa perangkat laptop dengan alat-alat pendukung hacking yang lengkap.
Pukul 10:00 acara dimulai, diawali dengan pembukaan oleh pak Michael Sunggiardi, lalu ada presentasi dari pak Yehu (AKBP kepolisian dari Manado), lalu sedikit presentasi dari mas Dani Firmansyah, dan ditutup oleh perkenalan dari KPLI Jakarta. Selanjutnya acara dimulai dengan memberikan clue bahwa Access Point yang digunakan dalam kompetisi adalah dengan SSID nama makanan.
Target dalam kompetisi ini adalah hanya tinggal melakukan scanning di komputer target lalu melakukan eksploitasi dan mengambil beberapa potongan gambar yang ada di komputer target. Tidak sulit bukan?! Memang diatas kertas semuanya gampang, namun lain halnya di lapangan, karena kita tidak diberitahu alamat IP dari komputer target dan kelemahannya. Hal inilah yang menjadi tantangan, karena setiap komputer harus bisa mencari dimana komputer target berada, dan sebelumnya pun mereka harus masuk ke Access Point yang sangat padat lalu lintasnya.
Alamat IP yang terdapat di jaringan sangat beragam, ketika kita menghadapi kompetisi Panhac, yang diperlukan hanya membawa tool-tool scanning dan exploit serta pengetahuan tentang networking dan exploit. Saya melihat beberapa peserta telah menginstall berbagai macam tool untuk mengetahui kelemahan sistem, hingga software terkenal seperti SolarWinds.
Acara baru dimulai pukul 12:15 sampai dengan 13:45, itu aja molor sampai 15 menit karena belum ada yang bisa intrusi kedalam sistem. Akhirnya menjelang detik-detik terakhir mas Dani mengumumkan bahwa sistem sudah berhasil disusupi oleh salah satu peserta. Padahal, saya lagi scanning network tempat si server berada, dan udah dapet beberapa IP yang sesuai dengan clue, tinggal mengeksplorasi lebih dalam.
Pengalaman gagal meloloskan diri di Panhac 2006 tahun lalu memang saya koreksi dengan seksama kali ini, namun nasib berkata lain. Mungkin belum waktunya punya laptop lagi, atau Tuhan melihat keserakahan saya, hehehehe..Ampun Tuhan.
Akhir kata, dengan bangga saya telah ikut meramaikan kegiatan offline yang bertemakan kompetisi hacking dan security ini. Indonesia memiliki segudang hacker berbakat, selanjutnya bagaimana negara ini memperlakukan mereka. Sampai jumpa di Panhac 2008
PANHAC 2
Setelah itu panitia mengusulkan untuk menggunakan IP Static buat para peserta yang ga dapet IP, termasuk gw lagi
Kalo ada kompetisi hacking lagi, lebih baik kompetisinya bukan yang seperti ini (mencari server dan membobolnya), tapi lebih ke arah “Attack and Survive”, menyerang dan bertahan antar peserta, siapa yang komputernya dihack duluan dia yang kalah. Yang bertahan terakhir dialah pemenangnya, hehehe..
Hanya usul aja seh, bagaimana menurut pembaca dan temen-temen hacker lain?
Sampe ketemu di kompetisi selanjutnya..
Greetz to:
-To2-
Lirva32
Ale
Ronny
PANHAC 1
Hari itu, hari Sabtu, pas banget di JHCC (tempat acara itu dimulai) lagi ada bazaar komputer. Rame banget, pasti ! Udah gitu, tempat yang disediakan sangat sempit, buat orang jalan aja musti gantian, huehehhe…Dan yang paling disayangkan, gw udah bawa temen-temen buat ngeliat pesta hacking itu, eh malah ga dibolehin masuk, including cewe gw yang udah siap mo dukung
Kesan di kompetisi hari Sabtu itu, gw cukup kecewa karena memang dari awal aja udah ada peristiwa yang tidak menyenangkan, panitia bilang (padahal kompetisi belom mulai) kalo ada salah satu dari peserta yang nyebarin worm sasser. Parah banget khan, sedangkan OS yang ada disitu Windows XP Pro tanpa service pack sama sekali, jelas menjadi sasaran empuk worm yang satu itu. Trus panitia mengantisipasinya dengan menawarkan live CD Linux untuk tetap dapat melanjutkan kompetisi, tapi apa akibatnya? Kasihan peserta yang belum familiar dengan Linux, pasti bakal pusing tujuh keliling (kali aja dia terbiasa ama Windows).
Kompetisi akhirnya dimulai jam 2 teng, yang akhirnya sampe selesai pun ga ada satu orang pun yang berhasil nembus tuh server. Mengapa seperti itu? Karena setting yang gw dapet di situasi adalah sebagai berikut:
1. ruangan terdapat 10 access point
2. tiap access point berbeda network
3. tiap access point merupakan akses ke server target
4. ip address si server target tidak diketahui, apakah berada pada network yang sama dengan ke-10 access point atau berbeda sendiri.
5. akibatnya terjadi rebutan masuk ke access point.
Tentunya para peserta diharuskan untuk mencari server target berada dimana, hal tersebut diperlambat dengan sulitnya masuk ke access point, bahkan yang terdekat sekalipun
Gw sendiri bisa masuk ke access point hanya 15 menit pertama, selebihnya mau masuk ke access point yang lain udah ga bisa…
Dan karena belum ada yang berhasil masuk, juara yang ditentukan berdasarkan aktif tidaknya peserta yang berhasil menyentuh server (belom masuk loh), ataupun menyentuh server bayangan.
Karena merasa belum puas, akhirnya gw memutuskan untuk ikut kompetisi kedua yang ada di JACC Mal Mangga Dua. Peserta yang belum berhasil, di undang (secara gratis) buat ikut di kompetisi kedua itu. Karena udah menduga situasi yang bakal terjadi (melihat situasi dari kompetisi pertama), gw jadi optimis bisa nembus tuh server di kompetisi kedua, so tunggu aja tanggal mainnya sambil berdoa, request a miracle to my Father JC.



