Prefix sebuah SPAM – Meneruskan dan Diteruskan
Saya lagi keranjingan riset untuk memberangus email-email sampah (baca: spam) selamanya dari seluruh email yang saya terima. Dari Coba kita buat perhitungan sederhana, setiap hari ada 10 email sampah dari total 50 email yang saya terima, apabila dalam waktu 1 bulan saja tidak saya hapus, maka perhitungannya adalah 10 x 30 hari = 300 email sampah dalam waktu 1 bulan. Apabila ada 10 orang saja yang bernasib sama seperti saya (sama persis lho ya) perhitungannya jadi jumlah email sampah dalam 30 hari dikalikan dengan 10 orang lagi, 300 x 10 = 3000 email sampah dari 10 orang yang bernasib sama dengan saya. Jumlah yang mengagumkan !
Alternatif Anti-Spam: Gmail SpamFilter
Gmail telah diakui oleh sejumlah pakar bahwa spam filteringnya bekerja dengan sangat baik, berbeda dengan Yahoo!SpamGuard yang sering false positive maupun false negative. Saya juga jadi jarang menggunakan Yahoo sebagai “pendaratan” email-email saya ya karena spam-spamnya itu kadang masih suka lolos. Seminggu saja tidak dicek, wah..bisa-bisa sekitar hampir 500 email bisa ngumpul jadi satu…campur-campur sama spam juga..duh !
Stop Phishing Bait !!
Belakangan ini teknik memberikan “umpan” ke situs palsu yang berujung dicurinya informasi yang berkaitan dengan kita maupun orang ke-sekian menjadi marak dan semakin berbahaya. Yang menjadi makanan para phisers adalah ketidaktahuan kita tentang linkage, pengetahuan tentang website, URL, URI, server side dan client side, dan..bla..bla..yang menurut orang awam hanya menyusahkan saja.
Hampir setiap hari, email saya penuh dengan email-email palsu, beserta link-link palsu didalamnya. Ada yang ke Paypal, e-Bay, Bank of America, dll. Nah pengetahuan kita penting sekali diuji disini, apabila kita benar-benar punya akun di e-Bay misalnya, lalu dapat email dari e-Bay yang menyuruh kita untuk mengganti password dan informasi akun lainnya karena keperluan perbaikan rutin, apakah kita bisa mengetahui bahwa email tersebut asli atau palsu?!
Beruntung sampai saat ini, saya belum menerima email dari salah satu penyelenggara internet banking di Indonesia, apabila suatu saat nanti email tersebut ternyata bercokol di inbox saya, sementara saya tidak punya akun internet banking bank tersebut, berarti era kejahatan internet di Indonesia sudah memasuki babak baru.



